Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

Tulisan-tulisan yang ga penting

Part 2, Jogja-Batu, Malang via Ngawi-Pujon

12.45:    Selesai mandi, memejamkan mata sebentar, dan shalat dzuhur, meluncur kembali dengan motor Honda Supra 1525 pinjaman menuju Jogokaryan.

13.15:    Sampai di Jogokaryan, kantor pool Karya Jasa untuk melihat armada yang akan digunakan. Ternyata harapan mendapatkan armada A50 MB OH 1525 atau A48 Hino RK8 R260 berbody Proteus pupus,kami hanya mendapat armada A37 Hino RG berbalut body New Armada selendang dengan wajah face off model Nucleus. Interior standar dengan 2 TV LCD dan custom seat configuration menjadi 50 seats 2-2 dari seharusnya 54 seats 2-2.

13.45:    Tanpa bepikir untuk mengambil foto A37 dan dengan hati semrawut kecewa tidak kesampaian bercengkrama dengan A50/A48, kami melanjutkan perjalanan menuju arah Kaliurang untuk mencari bahan2 untuk snack penumpang selama perjalanan. Kali ini saya yang pegang kemudi motor.

13.58:    Dengan gerutu yang masih terucap dari mulut si Fazlur, saya hanya memperhatikan bis OBL Super Executive new travego RK8 yang terefleksi lewat kaca spion sepanjang jalur ring road. Tanpa sadar bis Handoyo Hino AK menyalip dan menghempaskan air genangan bekas hujan di jalan ke arah kami. Jadilah kami kena siram dan gerutu Fazlur pun berganti menjadi gelak tawa tak tertahankan…”nah, kalo setan mulai menguasai hati..segeralah untuk berwudhu…karena air wudhu akan memadamkan api dalam jiwa…” saya nyeletuk. “ini mah bukan air wudhu lagi, tapi mandi disiram Handoyo…gimana ga kabur semua setannya..hahaha..” Sahut Fazlur.

14.10:    Sampai kembali di rumah Tante Yayuk untuk mengganti pakaian kami yang basah kuyup dan mandi..ini baru mandi,bukan disiram… dan kalo dihitung, dalam tiga jam, kami sudah tiga kali mandi lho…

15.35:    Mandi sudah tiga kali, tidur juga sudah cukup sebagai bekal melek nanti malam selama jadi TL, shalat ashar juga sudah. Sekarang mencari snack untuk dibagikan ke penumpang. Meluncurlah kami ke Super Indo di Jl. Kaliurang.

16.15:    Belanja biskuit dan air mineral di Super Indo Jl. Kaliurang.

16.55:    Sampai kembali di rumah Tante Yayuk, langsung bungkus snack sebanyak 45 packs.

17.45:     Menyiapkan berkas-berkas perjalanan, surat jalan, manifest penumpang, dan berkas lain.

18.05:    Selesai shalat maghrib, Aldi Dudunk, mahasiswa UGM yang jadi humas BMC (Bismania Community) Jogja sudah tiba. Dudunk akan menjadi additional tour leader. Dengan seragam dan ID card resmi Ecotours, kami bertiga sudah siap untuk “kerja”. Tidak lupa untuk makan malam dulu, nah ini yang penting…makan…

19.40:    Karya Jasa A37 sudah standby di pinggir jalan Sleman. Kenalan dengan Kru, Pak Yuli sebagai driver dengan perawakan kalem, santun, rambut putih, dan murah senyum, dan Mas Ari Wibowo (ini bukan Ari Wibowo artis lho, tapi namanya memang asli seperti itu) sebagai helper dengan perawakan muda, enerjik, dan lebih terbuka.

21.32:    Setelah standby dan semua penumpang telah siap di tempat duduk masing-masing…A37 pun melaju menuruni jalur Sleman ke arah ring road. Disini saya dan Fazlur sempat saling memandang, kaget karena gaya mengemudi Pak Yuli yang seperti membawa bis malam, Joss abis. Kami berdua pun berebut untuk menguasai kursi TL untuk menyaksikan aksi goyang selatan Jogja-Malang. Akhirnya saya yang berhasil menguasai kursi TL, Fazlur pindah ke belakang duduk bareng Dudunk.

Ahad, 15 November 2009
00.35:    Istirahat di RM Duta, Ngawi. Sebelumnya disuguhkan aksi high speed sepanjang jalur Jogja-Ngawi, bahkan di depan Pesantren Gontor speedometer sempat istiqomah di kisaran 90-115 km/h. Melahap bis-bis malam seperti Eka Patas Magelang-Surabaya, Sumber Kencono (walau akhirnya dibalas lagi sama si SK ini), dan 4 bis pariwisata lainnya.

01.06:    Kenyang melahap satu mangkok besar rawon dan teh manis hangat, A37 siap melaju kencang lagi. Saat mau meninggalkan RM Duta, OBL Jogja-Malang MB OH 1525 AP New Travego baru masuk RM Duta ini. Tapi sayang, saya harus merelakan kursi TL diserahkan ke Fazlur. So, ambil posisi tidur dan 15 menit kemudian mata pun terpejam.

04.24:    Shalat subuh di masjid Miftakhul Huda daerah Pujon.

05.20:    Disuguhkan jalur berliku dan pemandangan indah sepanjang jalur Pujon-Batu, akhirnya sampai juga di Seulawah Resort & restaurant. Disambut oleh Mas Andi Tyansyah dari MBL (Malang Bus Lovers) yang telah me-arrange acara selama di Batu. Disini semua penumpang diberikan kesempatan untuk bersih-bersih, ganti pakaian, dan sarapan pagi dengan menu nasi rawon prasmanan dengan suguhan teh atau kopi ditemani pemandangan gunung Panderman dan sorotan sun rise menambah keceriaan suasana pagi itu…

08.05:    Makan sudah, mandi sudah, pokoke sudah cakep2 deh…sebelum ke Jatim Park, mlaku-mlaku dulu ke objek wisata Songgoriti yang dipandu oleh Mas Andi sebagai local guide…

08.25:    Sampai di Jatim Park, semua peserta masuk sedangkan saya, Fazlur, dan Dudunk memilih silaturahim dan menumpang istirahat ke rumah Mas Andi yang terletak tidak jauh dari Jatim Park…

09.20:    Sampai di rumah Mas Andi, Dudunk dan Fazlur memilih basa-basi sebentar dan mulai ambil posisi di tidur di kamar yang telah disediakan, sedangkan saya memilih mengobrol dengan Mas Andi tentang dunia Bis dan usaha Tour&Travel. Saya disuguhkan banyak cerita dan pengalaman Mas Andi selama touring maupun me-manage usaha Favourite Tour&Travel. Tidak lupa mengajak saya main game 18 wheels of steel indonesian bus mode karya anggota MBL, temannya Mas Andi.

13.25:    Tak sadar mata telah terpejam, dan ternyata gantian saat saya tidur, Fazlur dan Dudunk yang asik ngobrol dan main game. Karena jadwal jam 14.00 berangkat ke Sidoarjo, maka saya pun bergegas cuci muka dan shalat sebelum siap “bekerja” lagi.

14.50:    Wah, agak molor dari jadwal karena Jatim Park yang diguyur hujan sehingga banyak peserta yang harus berteduh menunggu hujan. A37 siap meninggalkan Jatim Park menuju destination selanjutnya, lokasi lumpur panas Sidoarjo. Tapi sayang, Mas Andi hanya ikut sampai Singosari.

17.25:    Sampai juga di lokasi lumpur panas Sidoarjo, bayar Rp 35.000; untuk Parkir bis dan biaya Rp 3.000; per orang untuk “menikmati pemandangan” mengenaskan yang diakibatkan oleh bencana ini. Subhanallah, sejauh mata memandang hanya hamparan lumpur layaknya kita memandang lautan luas. Dengan suasana sahdu, anganku melayang membayangkan keadaan daerah ini sebelum bencana terjadi…Lingkungan masyarakat dan kehidupan yang pernah ada di tempat ini, kini hanya timbunan lumpur yang membisu hanya karena keserakahan manusia…Naudzubillah

18.05:    Berangkat kembali menuju Jogja melalui jalur Mojokerto..

18.20:    Ishoma di rest area km 25 tol Surabaya-Gempol. Dengan service makan satu porsi pecel ayam dan teh botol…

20.05:    Selesai ishoma, berangkat kembali dengan Dudunk duduk di kursi TL sedangkan saya dan Fazlur ngobrol di kursi dekat pintu belakang…lalu..zzzz

22.15:    Istirahat ke toilet di SPBU yang ada di daerah Nganjuk…

Senin, 16 November 2009
01.45:    Tak terasa jalur Saradan, Ngawi yang menyguhkan suasana hutan Jati sedang menemani. Sedangakan lalu lintas padat merayap oleh truk-truk yang berjalan pelan. A37 ngeblong kanan melahap barisan mobil, Eka Patas, Handoyo emas tujuan Purwokerto, dan OBL Malang-Jogja.

03.15:    Akhir dari perjalanan, sampai di Sleman dengan selamat…penumpang turun, Saya, Fazlur, dan keluar Tante Yayuk pun menuju rumah, sedangkan Dudunk menumpang A37 kembali ke kostannya di dekat kampus UGM.

To be continued….


Part 1, Bogor-Cibitung-Jogja via Bandung-Tasik-Banjar-Buntu-Kebumen-Purworejo

 Setelah mendapatkan kejelasan bahwa peserta dari RSU Sleman yang mengikuti kegiatan tour adalah 40 orang, maka armada pun disiapkan. Didapatkan armada Karya Jasa A37 yang akan membawa kami mlaku-mlaku nang Jogja-Malang-Sidoarjo PP. Berikut sedikit catatan perjalanannya :

Jum’at, 13 November 2009
    Namanya juga KKT, jadi unsur kuliah juga masih harus diperhatikan nih. Hari jumat ada responsi mata kuliah Kehutanan Masyarakat sampai pukul 17.00. Jadwal mata kuliah ini memang kerap mengganggu jadwal pemberangkatan saya kalo mau “kerja” atau touring. Yo wiss, ga bisa naik Juwita Malam gara2 jadwal kuliah, diputuskan gambling untuk mendapatkan bis Sinar Jaya tujuan Jogja yang berangkat paling malam dari Cibitung, mau yang executive, bisnis AC, bisnis RS, ataupun ekonomi saya lahap dah. Yang penting sampe jogja.

17.05: kelar responsi langsung meluncur ke arah bubulak ngejar trans pakuan, alhamdulillah..ada sahabatku, Yoyok asal Banyuwangi yang mengantar dengan “belalang tempur”-nya. Btw, untuk KKT kali ini hanya membawa uang Rp 15.000; di dalam dompet sebagai bekal selama 4 hari ke Jogja dan Malang…NEKATZZZ

17.20:    setelah melewati jalur alternatif lewat pintu belakang IPB-Situ Gede-Bubulak, sampe juga di halte trans pakuan SBJ (Sindang Barang Jero).

17.40: Wah, lama juga nunggu trans pakuan, pas dateng ternyata sudah penuh..nuh..nuh..pokoknya tumpah ruah dan over load banget itu bis. Melewati beberapa halte, kru trans pakuan ini hanya melambaikan tangan kepada calon penumpang yang menunggu di halte. Dalam hati hanya nyeletuk, “dah sayang…naik bis selanjutnya aja ya…saya lagi banyak penggemar nih…haha”.

18.10: Sampe di terminal BS, memutuskan untuk shalat jamak taqdim di masjid alumni IPB. Ternyata disana sudah ada tandem “kerja” dan Touring saya, Fazlur.

18.30: Naik si merah, bis AgraMas ekonomi Bogor-Cibitung seharga Rp 11.500; dengan fasilitas “live music”, sensasi “simulasi hujan” dalam bis,alias bocor, dan gaya mengemudi siput, lama banget rek….Btw, ini bis terakhir ke Cibitung lho..wah, ini kemenangan pertama dalam gambling hari ini.

19.46: Setelah wet trip dan menurunkan beberapa penumpang di Ps. Rebo, si merah ini kontrol dan mengisi solar di rest area Bekasi. Disana dijumpai beberapa bis Sinar Jaya, termasuk bis Sinar Jaya bisnis AC Bogor-Jogja, tapi bis HINO RG berbalut body RS Evolution lama ini tidak menarik perhatianku. Setelah selesai kontrol, bis masuk jalur pengisian solar, dan tanpa diduga si merah bersebelahan dengan Sinar Jaya Executive HINO RG berbalut Setra selendang air suspension. Dengan feeling yang kuat, haqqul yaqin..bis ini pasti tujuan Jogja, dan benar. Langsung pamit dengan kru si merah, dan menghampiri kru Sinar Jaya 51AC yang sedang mengisi solar juga. “Pak, ini jurusan Jogja ya?” sahutku.”Ya mas, belum beli tiket ya?” jawab pak Supir(lupa namanya).”yo, wiss naik aja..nanti di pool saya beliin” lanjutnya. Dengan wajah sumringah, kami berdua langsung masuk lewat pintu depan dengan model manual swing door dan mengambil seat baris ke empat sebelah kanan. Setelah melihat sekeliling kabin dan interior bis dengan konfigurasi reclining seat 2-2 tujuh baris kanan dan kiri, bis yang terisi setengah ini seperti kuburan..sepi dan senyap banget.

20.10: Setelah keluar tol Cibitung dan harus memutar di depan pool Mayasari Bhakti untuk menuju terminal transit Sinar Jaya, Bis masuk jalur perbaikan. Koq masuk jalur perbaikan ya? Hmm, ternyata kru dan mekanik dari Sinar Jaya harus mengutak-atik bagian persneling dan rem dari bagian belakang kabin. Tidak lupa untuk memberikan uang Rp 180.000; untuk dibelikan tiket oleh kru, hmm..Rp 90.000; per orang tanpa service makan. Setelah selesai, tiba-tiba diserbu beberapa orang yang masuk dan mencari-cari tempat duduk. Loh, mereka ini siapa? Dan ternyata ada armada Sinar Jaya executive Jogja lain yang AC-nya mati. Jadilah kita mendapat limpahan penumpang dan seat yang awalnya terisi setengah menjadi full seat.

21.26: Perbaikan ringan selesai, masuk jalur pemberangkatan dan membagikan snack berupa air mineral dan tisu basah berlogo Sinar Jaya. Siap melaju dengan santai menyusuri jalur selatan ditemani dengan alunan lagu pop kontemporer Indonesia... Menyesuaikan posisi untuk tidur, dengan air suspension, perjalanan Cibitung-Ciluenyi yang bergelombang terasa sangat nyaman dan minim guncangan…Turu ae..zzzz

23.25:    Tidur 2 jam, tak terasa sudah sampe di Pegadaian Ciawi, Tasikmalaya dekat rumah sahabatku, Cindera Syaiful Nugraha, dan melaju melewati alun-alun Ciawi.

23.40:    Mencoba bertahan untuk tidak tidur dan menikmati goyangan jalur selatan yang berliku dengan air suspension. Apalah daya, karena lelah kuliah seharian, akhirnya mata ini terpejam lagi.zzzz

Sabtu, 14 November 2009
02.03:    Istirahat di daerah Banjar. Karena ga dapet service makan, ya out sourching makan deh. Dengan budget yang terbatas untuk KKT kali ini, maka pilihan makanan untuk dikunyah jatuh kepada “Mie Baso” seharga Rp 5.000;, tapi “cemilan” ini lebih tepat disebut “Touge Kanji”. Mengapa? Karena Mie yang tenggelam diantara banyaknya touge, sedangkan benda bulat yang biasa dikenal dengan baso lebih tepat bernama kanji bulat. Jadilah saya dan Fazlur menyebutnya Touge Kanji…hehe..

02.35:    Berangkat kembali dengan gaya yang sedikit berbeda, Joss banter abis dan sempat melahap bis JP pariwisata MB 1521 body AP new travego . Tapi atraksi banter ini tidak berlangsung lama, hanya berlangsung kira2 sejauh 3 km dari keluar rumah makan hingga pom bensin terdekat.

04.15:    Siap2 untuk shalat subuh di atas bis. Berjalan menuju toilet bis dengan membawa sebotol air mineral untuk wudhu dalam keadaan bis sedang melaju.

05.10:    Sampai di daerah Buntu, beberapa penumpang turun. saya pun pindah ke kursi jendral yang sudah diincar sejak dari Cibitung.

06.25:    Melewati daerah Kebumen dengan suasana anak SD, SMP, dan SMA bersepeda menuju sekolahnya masing2

07.45:    Diiringi lagu campur sari, masuk terminal Purworejo untuk menyapa kru2 Sinar Jaya. Terlihat dua unit Sinar Jaya, Bisnis AC Merak-Purworejo dan Ekonomi Jakarta-Purworejo sedang mandi, dan tak lama kemudian masuk bis Sinar Jaya Purworejo ekonomi dengan body Proteus. Mulai dari sini, bis hanya ditumpangi oleh satu supir (tanpa kenek yang turun di Kebumen) dan empat penumpang

08.45:     Melintas di depan Ambarketawang, Wates.

09.16:     Masuk terminal Jombor, langsung mencari sarapan. Dan diputuskan untuk makan soto yang ada di seberang terminal. Melahap satu porsi soto, beberapa sate usus, dan segelas teh manis hangat. Makan berdua menghabiskan biaya Rp 23.000;. Wah, lumayan mahal juga ya, no problemo…yang penting perut kenyang.

10.02:     Setelah menumpang bis tuyul karena tidak sanggup jalan kaki dengan perut terisi penuh, sampailah di rumah Tante Yayuk di Sendangadi, Sleman yang jaraknya hanya beberapa ratus meter dari terminal Jombor. Langsung numpang mandi dan pinjam motor untuk keliling Jogja mengecek armada ke kantor Karya Jasa dan membeli oleh2 di Malioboro.

To be continued…….

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Ba’da Tahmid wa shalawat

Hmm…bingung juga sih mau mulai dari mana…Oke deh, ana komen tentang masalah emosi. Ojo kayak ngono toh Mbak, jangan ikutan jadi orang yang emosian atuh, ntar cepet… cepet … tua (sambil berharap tulisannya ga kebaca..hehe). Kalo ana perhatikan memang belakangan ini mbak xxxx agak mudah terpancing emosinya (sotoy juga nih bocah ye…?).

Memang ana sendiri masih suka gampang emosi, apalagi kalo sudah berhubungan sama “mereka” (yang semoga Allah membukakan hati-hati saudara/I kita itu).

Tapi, akhirnya ana sadar, batu ga akan bisa dilawan dengan batu, dan api ga akan padam dengan api pula…Mbak tau suit jepang kan? batu ga akan kalah oleh batu, dan batu ga akan kalah juga oleh gunting, bahkan sebaliknya, gunting yang tajam akan tumpul dan kalah oleh batu. Tetapi, batu bisa kalah oleh kertas. Batu yang kuat sekalipun akan terkikis oleh tetesan air yang sejuk dan menyegarkan, jika air itu mampu terus menerus menetesi batu dengan sabar dan istiqomah, api yang panas membara akan padam juga oleh air yang sejuk dan menyegarkan tersebut.

Coba deh kita siap menjadi air maupun kertas di saat kapanpun. Saat kita berhadapan dengan api, kita harus memposisikan diri sebagai air penyejuk. Saat kita berhadapan dengan batu, bersiaplah menjadi air atau kertas. Jadilah kertas hingga kita dapat membungkus dan menguasai batu tersebut agar batu yang hitam dan keras tadi bisa menjadi putih dan lebih lembut (ga percaya? Sekarang ambil batu, trus jedotin ke kepala Mbak…trus abis itu, bungkus batu dengan kertas dan jedotin lagi ke kepala Mbak. Nah, lebih sakit mana, dijedotin pake batu to’ atau dijedotin pake batu yang dibungkus kertas??  Atau, kalo ketemu batu kita juga bisa menjadi air, tapi syaratnya kita harus sabar dan istiqomah menetesi batu dengan tausyiah penyejuk kita.

Hmm, kayaknya ane dah mulai tengil nih…pake coba2 nasehati korwat "ibunya anak2 Fahutan" segala…ups, coba diperhatikan…"ibunya anak2 Fahutan",,,eh sekali lagi deh biar jelas…"ibunya anak2 Fahutan".

Sebernarnya, akhir2 ini ana bisa menekan emosi juga karena selalu mengingat amanah, Umi, dan kedua adik tersayang di rumah (maklum, hanya mereka bertiga yang saat ini halal untuk selalu ana ingat, rindukan dan curahkan kasih sayang, intinya masih bujangan…dasar bujangan…hehe . Saat emosi ana mulai terpancing, kayak ada zat kimia yang mengirim sinyal ke otak (sotoy…) dan membisikan ana bahwa masalah ini adalah masalah kecil dan ga penting untuk diladeni, hal penting sekarang adalah amanah keluarga, amanah adik2, dan amanah mengerenkan diri trus nikah dini kayak judul bukunya Salim A. Fillah (ups, yang terakhir ini ga usah dibaca dan dipikirkan, just kidding ..hehe

Jadi inget juga sama salah satu tulisan di Tarbawi yang judulnya ”jangan terjebak oleh konflik yang tidak perlu dalam kehidupan sehari-hari”. Intinya, tulisan itu mengingatkan kita untuk tidak terpancing oleh hal2 dan konflik yang sebenarnya tidak perlu. Dalam tulisan itu, dicontohkan hal2 ga perlu itu, yaitu, berantem sama tetangga gara2 ada istilah “rumput tetangga lebih hijau dari pada rumput sendiri”, nyambit anjing yang lagi duduk tenang gara2 disangka ngeledek dengan lidahnya yang menjulur ke kita, marah2 sama supir angkot yang suka ngetem lama2 (lha wong pak supir kan lagi nyari setoran sebagai ikhtiar menjemput rezeki dari Allah, wajar dong..), dan hal ga penting lain yang sebenarnya ga penting untuk kita dan ga penting juga untuk dibaca, ya ngaco gitu koq masih dibaca juga…hehe
Serius-serius, ada koq contohnya di majalah itu, tapi karena ana lupa…ya tulis aja apa yang menurut ana ga penting (dan ngaco) itu…

Ups, udah banyak yang ditulis nih…tapi isinya ngaco semua…haha  maklum, ana kan emang orangnya kayak gini…susah untuk serius…udah dulu deh, kapan2 disambung dengan email yang lain…email-email lain yang ga jauh ngaconya sama email ini .

Afwan jiddan, jazakillah dah mau nge-delete file ini setelah baca…

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Blog EntryOct 8, '09 3:40 AM
for everyone
MOHON DIBACA SAMPAI SELESAI .....
INI JELAS PERINGATAN YANG NYATA DAN JELAS DARI ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALAA. 5 KALI GEMPA 5 PERINGATAN. WAKTU GEMPA SAMA DENGAN PERINGATAN ALLAH DALAM AL-QUR'AN.
_____________________________________________________________
*GEMPA DI TASIK PUKUL 15:04,*GEMPA DI PADANG PUKUL 17:16 *LALU TERJADI SUSULAN PUKUL 17:58,*KEMUDIAN GEMPA DI JAMBI PUKUL 8:52

LIHAT DI ALQURAN! JAM TERJADINYA GEMPA MEWAKILI URUTAN SURAT DALAM ALQURAN DAN MENITNYA MEWAKILI AYAT DALAM SURAT.BACA ARTINYA ...DAN TEMUKAN PERINGATAN DARI ALLAH!

1. DITASIK (JABAR) PUKUL 15:04
BERIKUT AL-QUR-AN SURAT 15 AYAT 4 YANG ARTINYA " DAN KAMI TIADA MEMBINASAKAN SESUATU NEGERIPUN, MELAINKAN ADA BAGINYA KETENTUAN MASA YANG TELAH DITETAPKAN."

2. GEMPA DI PADANG PUKUL 17:16
AL-QUR-AN SURAT 17 AYAT 16 YANG ARTINYA,"DAN JIKA KAMI HENDAK MEMBINASAKAN SUATU NEGERI, MAKA KAMI PERINTAHKAN KEPADA ORANG-ORANG YANG HIDUP MEWAH DI NEGERI ITU (SUPAYA MENTAATI ALLAH) TETAPI MEREKA MELAKUKAN KEDURHAKAAN DALAM NEGERI ITU, MAKA SUDAH SEPANTASNYA BERLAKU TERHADAPNYA PERKATAAN (KETENTUAN KAMI), KEMUDIAN KAMI HANCURKAN NEGERI ITU SEHANCUR-HANCURNYA."

3. LALU TERJADI SUSULAN PUKUL 17:58
AL-QUR-AN SURAT 17 AYAT 58 YANG ARTINYA,"TAK ADA SUATU NEGERIPUN (YANG DURHAKA PENDUDUKNYA), MELAINKAN KAMI MEMBINASAKANNYA SEBELUM HARI KIAMAT ATAU KAMI AZAB (PENDUDUKNYA) DENGAN AZAB YANG SANGAT KERAS. YANG DEMIKIAN ITU TELAH TERTULIS DI DALAM KITAB (LAUH MAHFUZH).

4. KEMUDIAN GEMPA DI JAMBI PUKUL 8:52
AL-QUR-AN SURAT 8 AYAT 52 YANG ARTINYA, "
(KEADAAN MEREKA) SERUPA DENGAN KEADAAN FIR'AUN DAN PENGIKUT-PENGIKUTNYA SERTA ORANG-ORANG YANG SEBELUMNYA. MEREKA MENGINGKARI AYAT-AYAT ALLAH, MAKA ALLAH MENYIKSA MEREKA DISEBABKAN DOSA-DOSANYA. SESUNGGUHNYA ALLAH MAHA KUAT LAGI AMAT KERAS SIKSAAN-NYA."
____________________________________________________________
ITULAH PERINGATAN YANG SANGAT NYATA DARI ALLAH UNTUK NEGERI INI. MAHA BENAR ALLAH DENGAN SEGALA FIRMANNYA.
_____________________________________________________________
KITA TINGGAL MERENUNG DAN BERFIKIR...
_____________________________________________________________
SILAHKAN MEMBACA DOA DI BAWAH INI...
ATAU BACA DOA SEBISA ANDA...

YA ALLAH AMPUNI DOSA NEGERI INI
KAMI MENYESALI DOSA-DOSA KAMI,
DAN KAMI BERJANJI UNTUK TIDAK MENGULANGINYA LAGI...

BAGAIMANA ENGKAU BISA MEMAAFKAN KAMI, SEDANGKAN KAMI DALAM KEAADAN HINA, KAMI SEPERTI FIR'AUN DI MATAMU

YA ALLAH
KAMI BERJANJI UNTUK TIDAK MENGULANGI DOSA-DOSA KAMI LAGI...

YA ALLAH MAAFKAN DOSA-DOSA KAMI DOSA NEGERI INI,
KAMI SANGAT MENYESALI PERBUATAN KAMI...

MEREKA YANG TIDAK BERDOSA KARENA ULAH KAMI,
MEREKA YANG TERANIAYA KARENA KAMI,
MEREKA TERDZOLIMI KARENA KAMI,
MEREKA TERLUKA KARENA KAMI

YA ALLAH BIMBING KAMI KEPADA JALAN YANG LURUS, JALAN YANG ENGKAU RIDHAI.
WALAUPUN KAMI TINGGAL DI UJUNG WAKTU

YA ALLAH KAMI TAHU TANGISAN KAMI TIDAK SEBANDING DENGAN PENDERITAAN MEREKA, TAK BERARTU DENGAN DOSA KAMI

YA ALLAH KAMI TIDAK TAHU LAGI CARANYA AGAR ENGKAU MEMAAFKANKU SELAIN TAUBATAN NASUHAA DAN MENJALANKAN PERINTAHMU.

YA ALLAH BAWALAH AKU DALAM KERIDHAANMU KERIDHAAN YANG HAKIKI...

KAMI TAKUT AKAN AZABMU, KAMI TAKUT AKAN SIKSAANMU

YA ALLAH KAMI SANGAT BERSYUKUR KAMI BERAGAMA ISLAM, AGAMA YANG PALING ENGKAU RIDHAI, NAMUN KAMI MALAH MELANGGAR DAN MERUSAKNYA...

YA ALLAH PELAJARAN INI SANGAT BERHARGA BAGI KAMI

KAMI YANG BERDOSA,
KAMI YANG MENDZOLIMI,
KAMI YANG MENGINGKARI
KAMI TELAH MERUSAK NEGERI INI

YA ALLAH YA RAHMAN YA RAHIM TERIMALAH IBADAH KAMI IBADAH KAUM MUSLIMIN DAN MUSLIMAH SEMUA SAUDARA KAMI YANG DI INDONESIA....

AMIN YAA ROBBAL 'ALAMIIN,,,,

MOHON DISAMPAIKAN KEPADA TEMAN2 ANDA...

Blog EntryOct 8, '09 2:27 AM
for everyone
Sebenarnya gue bingung mau cerita apa, tapi gara-gara novel kocak yang udah ngebuat gue dapet julukan baru sebagai kakek lampir di kontrakan dengan ketawa gue yang ga jelas setelah membaca liukan tulisan dalam novel itu, yup..novel Gorilove, Cinta lebih besar dari monyet, karya Dimas Abi yang dodol banget, eh kalo orang sunda mah taunya wajik ya…? Dari novel itu gue jadi pengen sedikt corat-coret di microsoft word nih… Novel itu sudah membawa gue memasuki lorong waktu yang membuat gue nyengir-nyengir kuda…jadi inget sama masa-masa SD dimana gue masih sering nangis setelah berantem sama teman cowok (serius ini cowok beneran, teman sekelas gue yang badannya hanya terdiri dari dua tangan, dua kaki dan satu badan, dan bagian tubuh lainnya…ya iyalah), dimana gue pernah suka sama geulis anak pindahan dari Tasik bernama…eh inisialnya aja deh, WP yang jadi inceran seribu dua ratus empat puluh tiga cowok yang ada di SD gue (angka itu ga valid banget sih, SD kecil gue ga mungkin menampung jejaka sebanyak itu koq…)Juga dimana gue jadi bulan-bulanannya sang Ibu ketua kelas (lebih tepatnya cewek satpam kelas VI-C, kelas unggulan di SD gue saat itu), bernama (nah kalo ini gue berani nyebut nama…hehe) Siti Maria Ulfa sebagai ketua kelas dan Mita Fatimah yang jadi asisten pribadinya Pa’ul (panggilan sang ibu ketua kelas). Beuh, kalo dua orang ini sudah dapat mandat dari Bu Endang (Wali kelas gue di kelas VI-C) untuk menjaga ketentraman dan keamanan kelas, semua ga akan ada yang berani maem-macem deh…apalagi kalo Pa’ul sudah mengeluarkan jurus jitunya, cubitan maut yang rasanya kayak kejepit pintu sorga deh…eh, emang kalo kejepit pintu sorga itu sakit ya???Wah, pokoknya masa itu adalah salah satu masa terindah gue deh (sekarang aja ngomongnya masa terindah, padahal dulu pas lagi dapet cubitan dari Pa’ul atau Mita gue bilang ga mau hidup lagi di dunia saking perihnya dicubit mereka…tapi tetap aja gue hobi mendapat cubitan mereka…kalo sehari sekolah ga dapet cubitan mereka, serasa kayak ga sekolah…aneh ya?ga tau tuh…:).Hampir sama dengan cerita di novel itu, gue sampe sekarang masih tetap komunikasi dengan teman2 SD gue di Depok, maklum kan gue masih kupu-kupu (kuliah-pulang kuliah-pulang) Depok-Bogor. Tapi bedanya, sampai sekarang gue ga sampe menaruh hati sama satu pun sosok teman SD gue itu, yups..we’re just fren. Hmm,,,mengenai WP, bagi gue dia adalah cinta (monyet) pertama gue (ups, jangan salah interpretasi ya..dia cewek geulis asli ko, bukan monyet..hehe). Jadi intinya, dulu kita berdua sama-sama tau kalo kita saling menaruh hati satu sama lainnya. Tapi, emang dasar gue ditakdirkan untuk menjadi ikhwan (ya iyalah, masa’ mau jadi akhwat??dong-dong-dong), jadi perasaan itu tidak pernah tertuang dalam kegiatan ngobrol bertiga, jalan bareng bertiga (loh, koq semua bertiga ya? Ya iyalah, kan yang ketiga itu syaiton..), bahkan tidak pernah terucap secara vulgar kata-kata I love u, aku cinta kamu , dan lain sebagainya. Semua perasaan itu hanya tertuang dalam salh tingkah kita saat ketemu, atau melalui pesan dalam bentuk surat atau penuturan ”syaiton”, ups, maksudnya penghubung gue sama WP yang namanya Marina (eh gue juga satu SMA sama Marina lho..). haha...Hari terakhir di SD pun harus gue lalui, yups..semua berlalu begitu saja karena memang darah seorang ikhwan yang ga doyan pacaran (padahal mau banget tuh…iya kan??hehe) mengalir begitu kuat untuk menahan hasrat untuk selalu berduaan dengan topeng dan kata-kata gombal yang diumbar saat seseorang lagi fallin’ in love. Kesadaran gue untuk tidak mencoba pacaran tumbuh dari perkataan ortu gue yang dengan enteng menanggapi anak2-nya yang lagi masuk masa puber, hanya dengan mengatakan “halah..paling cuma cinta monyet..”. Trus gue balik tanya dan heran dengan tampang yang menyiratkan pertanyaan “maksud loh..??, Lalu nyokap menjawab, “iya, cinta monyet yang suka pindah dari satu “dahan” ke “dahan” lain saat monyet itu sudah bosan dengan “dahan” yang lama..ga akan serius cintanya, hanya berdasarkan nafsu sementara aja..”. Dong…dengan tampang yang masih belum beranjak dari heran dan bingung, gue coba meresapi kata2 itu. Ternyata makna kata2 itu dalem banget,,, Jadilah sampe sekarang gue paling males (hayo,,,males atau memang belum ada peluang dan kesempatan??hehe). Serius, gue males banget pacaran karena bagi gue orang pacaran itu dunianya sempit banget, dunia hanya sebatas dia dan pacarnya. Padahal kita masih bisa bermuamalah dengan manusia lainnya. Trus, siapa yang bisa jamin bahwa dia yang selama ini selalu menghiasi hari2 kamu, dia yang di phonebook kamu tulis dengan sebutan yayang, lovely, honey, dst, adalah yang terbaik menurut Allah,,,hmm, kalo dosa sih iya tuh dia bakal dapet… Yup, itu sedikit curahan gue setelah membaca novel gokil yang ga sengaja gue baca…Thanks to : Nelly Furtado yang sudah melantukan lagu2 Rnb berjudul Dillema, All Good Things, Promiscuous, dan Say it Right, juga untuk Natalie Imbruglia dengan lagu Wrong Impression, dan Joan Osbourn dengan lagu One of Us. Tidak lupa juga terima ksih untuk tokoh2 yang ada di tulisan kali ini, Allah, Ortu gue, Siti Maria Ulfa, Mita Fatimah, Wening Pratiwi, Monyet, Yayang, Lovely, Honey, dan tokoh figuran lainnya. Hehe…

 Bokap dan Nyokap gue juga Romeo dan Juliet koq….

By : Islamy GudBoy

 

                Ini memang  bukan kisah Romeo dan Juliet, apalagi kisah Romi dan Yuli. Ini juga bukan kisah Adam dan Hawa, bukan kisah Galih dan Ratna, atau kisah dua sejoli lainnya. Tapi bagi gue, ini lebih dahsyat dari kisah-kisah di atas dan ini kisah nyata, sekali lagi, kisah nyata, di bold deh biar lebih jelas..KISAH NYATA. Ini kisah cinta Nyokap dan (Alm) Bokap gue, mulai dari awal pencarian Bokap sampe akhirnya walimahan dengan Nyokap. So, kalo mau baca jangan sambil denger musik, baca koran, baca diktat, makan snack, apalagi baca postingan ini sambil maen bola, ya ga mungkin lah…duh..dong..dong..deh gue. Oke, ambil napas panjang, hembuskan, lakukan sedikit pemanasan dan senam wajah sebelum baca postingan ini, karena gue yakin lo bakal sedikit nyengir2 kuda…yups walau hanya sedikit…jangan tanya kenapa, karena gue juga ga tau sebabnya…

                Setiap orang pasti punya kisah cintanya masing2, termasuk Rasulullah sekalipun. Jadi, karena ortu gue adalah orang yang normal, dikatakan normal karena masih suka dengan lawan jenis (ya iya lah..) maka Bokap dan Nyokap gue pastinya juga punya kisah cintanya yang diceritakan langgsung kepada anak2nya, termasuk gue. Nah, kisahnya bermula saat Bokap jadi wirausaha dan punya toko obat di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Walau Bokap ga pernah ikut pendidikan farmasi, tapi jiwa wirausaha yang melekat pada orang Padang memang mampu menembus hijab itu. Balik lagi ke kisah cinta, kan gue mau cerita tentang cinta, bukan mau cerita tentang kisah wirausaha Bokap, apalagi gue juga ga mau dagang obat.

                Pada suatu kesempatan ada kegiatan PHBI di masjid Pasar Minggu. Dalam kesempatan itu, KH Syukron Ma’mun yang juga pimpinan Pondok  Pesantren Daarul Rahman di daerah Senopati Blok M, Jakarta Selatan, yang menjadi penceramah, mengatakan kepada hadirin, yang juga didominasi oleh pedagang pasar termasuk Bokap gue, “Wahai pemuda2 yang belum menikah, kan penghasilan sudah ada, apalagi yang ditunggu..? segeralah menikah, karena menikah menjauhkan dari dosa, membuka pintu rizki, dan nikmat lain yang hanya didapatkan melalui pintu pernikahan….kalau ada yang mau segera menikah, insya Allah saya punya banyak santri yang siap dipinang, ayo langsung dateng aja ke pesantren saya”. Kira2 seperti itu salah satu tausyiah yang disampaikan. Sejak saat itu, Bokap merasa terpanggil untuk menunaikan sunah yang satu ini. Saat itu Bokap sudah punya kerjaan dan penghasilan, tabungan juga ada, usia mulai memasuki 29 tahun, secara pemikiran juga sudah dewasa, jadi insya Allah syarat2 untuk menunaikan pernikahan sudah cukup terpenuhi.

                Sejak saat itu, Bokap mencoba untuk beristikharah. Akhirnya azzam untuk menikah pun semakin menguat. Diputusakanlah untuk berjaulah ke rumah KH Syukron Ma’mun yang berada di sebelah Ponpes dengan bangunan megah dan luas yang memiliki bentuk persegi panjang dengan 5 lantai. Ponpes ini dapat dikatakan sangat modern di zamannya menyaingi bangunan-bangunan megah lain di sepanjang Jl. Sudirman yang memang terkenal sebagai pusat perkantoran. Pertama kali berjaulah, Bokap tidak berhasil bertemu dengan Pak Kyai ( ini panggilan Bokap dan Nyokap gue untuk KH Syukron Ma’mun). Kegagalan pertama tidak menyurutkan niat Bokap. Beberapa hari kemudian Bokap gue dateng lagi, kali ini bisa ketemu dengan Pak Kyai dan mengutarakan niat Beliau untuk menikah, tapi cuma dicuekin doang. No comment deh.. Akhirnya, di jaulahnya yang kedua ini kembali pulang dengan hasil nihil. Dua kali gagal, dateng lagi untuk yang ketiga kalinya bersama kakak Bokap gue atau paman Gue yang bernama Sabaruddin (Uda Sabar, panggilan Bokap untuk paman gue ini). Walau sempat mengutarakan keseriusan beliau untuk segera menikah dengan wanita sholihah, kembali Bokap dan paman gue “dianggurin” sama Pak Kyai. Tapi Bokap gue emang orang yang pantang menyerah, beberapa hari kemudian Bokap dateng lagi untuk yang ke-empat kalinya.

Sebelum dilanjutin, gue mau mengalihkan dulu kisahnya dari sudut pandang tokoh yang berbeda, sudut pandang Nyokap gue. Disaat yang hampir bersamaan dengan jaulah kali ke-tiga Bokap ke Pak Kyai, Nyokap yang setelah selesai MA atau SMA mengajar menjadi Guru Bahasa Arab untuk TKI yang akan dikirim ke Arab Saudi. BTW, yang jadi bos Nyokap gue dan sekaligus yang punya PJTKI itu namanya Andi Darussalam Tabusala, beliau sekarang jadi petinggi PSSI dan sering menjadi komentator sepak bola di TV lho….Ok, back to story. Karena sudah cukup lama tidak jaulah ke Ponpes, Nyokap jadi kangen sama Ibu Nyai (panggilan Nyokap gue untuk istri Pak Kyai) dan teman2 se-angkatan Nyokap gue yang banyak jadi Guru di Ponpes (secara Nyokap Gue kan famous, mantan ketua OSIS gitu loh..haha..ups, astaghfirullah). Akhirnya Nyokap telepon ke Ibu Nyai bahwa Nyokap akan Jaulah ke Ponpes. Nah, kantor tempat Nyokap gue ngajar bahasa arab ada di daerah Gajah Mada, Jakarta Pusat. Dari kantor, Nyokap naik Bis kota jurusan Kota-Blok M dan turun di seberang Ratu Plaza ( Ratu Plaza itu tempat nongkrong anak kelas atas saat itu loh…setara dengan MOI, plaza senayan, dan Mall2 elit lainnya saat ini). Pas turun dari Bis kota, Nyokap melihat ada seorang pria yang sedang mengantar seorang tuna netra untuk menyebrangi jalan Sudirman yang cukup lebar karena ada 8 lajur dan saat itu belum ada jembatan penyebrangan. Nyokap cukup kagum dan terpesona, katanya “koq masih ada pria yang peduli dan perhatian kayak dia ya…”. Dengan rasa kagum yang masih membuncah dalam hati, Nyokap melanjutkan perjalanan sampai Ponpes. Setelah sampai di Ponpes dan bertemu dengan Ibu Nyai dan Pak Kyai, Ibu Nyai langsung menyampaikan rindunya..dan berkata

“Duh Zahra, kemana aja dah lama nggak main2 ke pondok(sebutan Ponpes)…oh iya, Ibu kebetulan lagi mikirin kamu..”

“mikirin kenapa Bu Nyai?”, tanya nyokap gue.

“kamu belum nikah kan, Zahra? Kebetulan ada pria yang sedang mencari jodoh dan mau ta’aruf, tapi Ibu masih bingung mau dikenalkan dengan siapa. Kamu kan sudah 22 tahun, Zahra. Jadi sudah saatnya kamu mulai memikirkan untuk nikah. Kira2 kamu mau Ibu kenalkan dengan pria ini tidak?”. Lanjut Ibu Nyai.

“wah, Zahra belum kepikir sampai sejauh itu Bu Nyai. Tapi memang rencana menikah sudah ada, tapi belum tau sama siapa.” Nyokap terkejut dengan pertanyaan Ibu Nyai, kan rencana cuma jaulah untuk melepas rindu, eh malah ditawari untuk ta’aruf.

                Beberapa lama Nyokap melepas rindu dan ngobrol sama Ibu Nyai dan sesekali ditimpali oleh Pak Kyai. Akhirnya diputuskan Nyokap akan dateng beberapa hari lagi ke Ponpes untuk bertemu pria tersebut. Sedangkan Ibu Nyai dan Pak Kyai akan menghubungi pria tersebut.

Selang beberapa hari, Nyokap datang lagi ke rumah Pak Kyai. Saat sedang menunggu di ruang tamu, Nyokap melihat sesosok pria yang berdiri di depan teras rumah Pak Kyai. Saat itu Nyokap tidak terpikirkan bahwa pria tersebut yang akan berta’aruf dengan beliau. Setelah sedikit prolog dari Pak Kyai dan Ibu Nyai ke Nyokap gue, Pria tersebut dipanggil untuk masuk. Saat sekilas melihat sosok pria tersebut, Nyokap hanya terdiam dan kaget dan segera menundukan wajahnya yang memerah tersipu. Ternyata sosok pria yang akan berta’aruf adalah pria yang beliau temui sedang membantu seorang tuna netra menyebrangi jalan. Tau ga sih? Ternyata pria ini adalah Bokap gue…jadi selama ini Pak Kyai sengaja nyuekin Bokap untuk menguji kesabaran, kesungguhan, komitmen, dan keislaman Bokap gue. Inilah jaulah Bokap gue yang ke-empat kalinya ke rumah Pak Kyai setelah tiga kali dicuekin Pak Kyai. Setelah Pak Kyai mengenalkan Bokap ke Nyokap dan sebaliknya, Ibu Nyai memberikan dua buah buku tulis dengan sampul kain batik (buku ini khusus disiapkan untuk acara ta’aruf Nyokap yang juga murid kesayangan Ibu Nyai). Melalui kedua buku inilah acara ta’aruf dilakukan, jadi tidak ada kata yang terucap dari bibir Bokap maupun Nyokap gue. Semua pertanyaan dan komunikasi terdokumentasi dalam buku bersejarah ini. Sesekali Ibu Nyai dan Pak Kyai berbicara untuk sekedar mencairkan suasana yang agak sedikit kaku karena keduanya (Bokap dan Nyokap) masih malu untuk bersua. Salah satu yang dibahas saat ta’aruf itu adalah masalah istri yang bekerja (karena saat itu Nyokap kerja jadi guru bahasa arab), masalah komitmen mengenakan hijab yang menjadi tuntutan Bokap gue (Bokap sangat mendambakan istri sholihah yang berhijab rapi dan anggun), dan hal lain yang panjang kalo ditulis semua. Pokoknya semua hal yang membuat gue jadi mupeng (muka pengen) dan terbuai oleh kisah romantis Bokap dan Nyokap gue. Setelah ta’aruf, Pak Kyai dan Ibu Nyai meminta Bokap dan Nyokap gue untuk istikharah meminta petunjuk dari Allah untuk dipilihkan pilihan yang terbaik.

Beberapa pekan kemudian, setelah mengkomunikasikan ke keluarga besar masing2, Bokap dan Nyokap merasa mantap dengan pilihan hatinya, dan menyampaikan keputusan untuk melanjutkan tahapan ke pelaminan ke Pak Kyai dan Ibu Nyai. Jadi setelah ta’aruf, nggak ada yang namanya lamaran. Bokap dan Nyokap dengan ditemani orang tua masing2 yang juga adalah kakek dan nenek gue, membicarakan persiapan pernikahan, penentuan tanggal pernikahan, dan hal lainnya.

Sampailah saat yang mendebarkan itu, Bokap gue melangsungkan akad nikah di rumah Nyokap, tapi Nyokap gue di”simpen” dulu di kamar. Akad dan resepsi pernikahan dilangsungkan dengan adat Betawi. Biasa kalo ada pernikahan ala Betawi, pastinya  bakalan rame, ada petasan, adu pantun, adu jawara silat sebelum masuk rumah mempelai wanita, dan buadaya lainnya. Bokap menggunakan “jas” ala betawi dan celana formal berwarna coklat khaki dengan rantai khas yang menggantung di antara saku dan kancing, peci batik, kain batik yang diikatkan di pinggang lengkap dengan keris/golok Betawi. Pokoknya kayak abang yang ikut kontes Abang-None Jakarte deh. Tapi, jangan bayangkan Nyokap bakalan pake Kebaya Enchim khas Betawi, Nyokap gue memakai dua kostum yang berbeda, untuk pagi-siang Gamis dan jilbab panjang warna putih dengan motif payet yang sama, dihiasi untaian bunga melati sebagai penghias sekaligus mahkota di kepala Nyokap gue. Untuk Siang-malam, Nyokap menggunakan gamis dan jilbab biru dengan mahkota khas Betawi lengkap dengan tirai manik-manik berwarna emas yang teruntai sedikit menghalangi wajah Nyokap gue..wuih, pokoknya anggun banget deh…Gue juga mau kalo nanti walimahan, istri gue mengenakan pakaian yang mirip dikenakan Nyokap waktu walimahannya…

Yups, mungkin itulah sedikit kisah nyata Romeo dan Juliet sejati yang gue punya, yang pasti gue akan membuat kisah Romeo dan Juliet serupa yang tokoh dan jalan ceritanya berbeda dengan kisah Romeo dan Juliet punya Nyokap dan Bokap gue…yang pasti Romeonya adalah gue sendiri, trus Julietnya siapa ya…wallahu’alam, semua sudah tertulis di lauful mahfuzh. Hehe…sorry ya postingannya panjang banget…semoga ga bosen baca tulisan2 ga penting di blog MP gue…

 


Blog EntryJun 16, '09 12:51 AM
for everyone

Kamis, 11 Juni 2009

14.30:  Setelah selesai menunaikan praktikum invent dan shalat dzuhur, berangkat dari kampus menuju daerah Kramat Jati untuk pelunasan biaya akomodasi Field Trip. Dengan menumpang KRL ekonomi bertarif Rp 2.000; aku duduk beralaskan selembar koran di belakang kabin set kedua atau gerbong 5.

15.20:  Sampai di stasiun Duren Kalibata. Langsung meluncur ke Kramat Jati menumpang Kopaja 57 jurusan Blok M-Kp.Rambutan yang bertarif Rp 2.000;. Sampai di kantor KD, loh koq ga ada Mbak Santi yang biasa aku hubungi lewat telepon ya…ternyata aku langsung dilayani oleh manajer marketing KD, Mbak Lina. Ada yang unik di kantor KD ini, semua pegawai di sini semuanya kaum hawa tapi sayang tak ada satu pun yang berhijab. Posisi satpam, supir, kenek, dan mekanik tetap dikuasi oleh kaum adam. Setelah tanda terima pelunasan ada di tangan, ngobrol2 ringan seputar bisnis transportasi darat yang semakin hari semakin ketat. Ok, Mbak Lina belum tau armada apa yang akan di kirim ke kampus karena Mbak Sumi (lagi2 kaum hawa) yang jadi PJ di garasi sedang tidak berada di tempat untuk mengurus dan memantau armada2 KD pariwisata yang datang dan pergi. Di akhir pertemuan, kejadian yang selama ini menjadi mimpi buruk akhirnya terjadi, Mbak Lina yang kaum hawa, menyodorkan tangan untuk berjabatan. Gemuruh jiwa terjadi dalam waktu yang sangat singkat, setelah sekitar 1 detik tersadar, akhirnya kusambut jabatan itu dengan istighfar terucap berkali-kali dalam hati.

16.35:  Selesai dari KD, lumayan laper juga. Di kampus ga sempat makan siang karena ada kuliah PHR+Invent jam 8-10 (yup, 2 mata kuliah dalam satu waktu akibat ngejar “setoran” lulus tahun 2011, bisa dibilang me-jamak qashar kuliah dalam satu waktu), dilanjutkan praktikum invent jam 10-13. Setelah berpikir keras di Kopaja 57 untuk mencari makanan yang murah di sepanjang rute Kramat Jati-Stasiun Duren Kalibata, baru ingat kalau diri ini belum shalat ashar, astaghfirullah. Akhirnya kuputuskan turun di pertigaan lampu merahTMP Kalibata dan lanjut naik angkot Kopamilet 16 jurusan Kp. Melayu-Ps.Ahad (Ps.Minggu maksudnya)untuk shalat di masjid dekat Pomad, Ps. Minggu.

17.15:  Sampai juga di masjid megah dengan kubah besar berwarna hijau yang menyimpan kenangan bersama (alm) Buya (Baca aja cerita lengkapnya di postingan blog berjudul “Marah atas Hal yang Patut Beliau untuk Marah”). Ternyata masjid itu akan digunakan untuk acara resepsi pernikahan pada malam harinya. Ah, kupikir resepsinya kan malam hari, toh yang digunakan untuk resepsi juga ruang aula utama di lantai 1, sedangkan yang digunakan shalat ada di lantai 2 untuk ikhwan dan lantai 3 untuk akhwat. Dengan PD aku mngambil wudhu di lantai basement dan naik ke lantai 2. Tapi, saat menaiki satu per satu anak tangga, terdengar ada suara agak riuh dari lantai 2, oh ternyata sedang ada akad nikah. Duh, sudah pukul 17.20 dan aku belum shalat ashar. Ya sudah, toh mereka kan ga kenal aku, begitu juga sebaliknya. Dengan ke-PD-an yang tinggi dan juga waktu yan samakin mepet, aku shalat dengan posisi membelakangi penghulu, mempelai pria, 2 saksi, dan puluhan keluarga kedua mempelai. Aneh juga sih, mungkin ini kali pertama ada acara akad nikah dimana perhatian utama bukanlah kepada 4 sosok yang mengelilingi meja akad, tapi memandang heran atas keberadaan orang yang asik shalat memunggungi mereka saat akad nikah berlangsung…hehehe..

17.25:  Selesai shalat, gemericik suara perut yang sedang protes karena belum diberikan kerjaan untuk mencerna makanan, mengingatkan aku untuk segera mencari warung makan. Karena posisi masjid ini berjarak 500 m dari stasiun dan terminal Ps.Minggu, maka kuputuskan jalan kaki sekalian mencari warung makan. Baru berjalan 150 m, aroma khas yang aku kenal dan lagi-lagi mengingatkan aku dengan sosok (alm) Buya. Yup, itulah aroma khas Mie Aceh yang memang sejak kecil Buya sering mengajak-ku jauh2 dari Depok ke Ps.Minggu hanya untuk menikmati Mie Aceh. Kata Buya, Mie Aceh paling enak di Jabodetabek adalah Mie Aceh yang ada di tempat dimana aku sedang berdiri karena bingung mau masuk atau tidak. Soal rasa aku sangat tidak ragu, tapi yang membuat ragu adalah harganya, apakah cukup dengan kondisi kantong ku yang masih mahasiswa ini?. Duh, jangan2 bisa makan Mie Aceh kenangan ini, tapi pulang jalan kaki atau nebeng mobil bak. Diringi Basmallah, kulangkahkan kaki menapaki keramik putih di rumah makan Mie Aceh ini sambil mata jelalatan mencari daftar harga yang tak kunjung kutemukan. Duh, tambah berdegup kencang jantung ini karena khawatir aku salah masuk rumah makan, sekali lagi bukan khawatir rasanya yang tidak enak atau ke-halal-an Mie Aeh ini, tapi khawatir kondisi kantong yang tidak “halal” untuk menikmati Mie Aceh ini, Ya sudah, nekat pesan satu porsi deh. Selama menunggu Mie Aceh disajikan, ditemani kemacetan di Jl. Ps.Minggu saat jam pulang kerja dan lalu-lalang KRL di seberang jalan, aku kembali termenung teringat pada pesan2 bijak (alm) Buya. Aku termenung karena merasa Allah sedang mengiring aku untuk bernostalgia dan tafakur. Dalam 3 jam, aku sedang menapak-tilasi kenangan aku bersama (alm) Buya. Pertama, Kopaja 57 Blok M-Kp.Rambutan adalah bis yang biasa mengantar kami dari rumah kontrakan di daerah Warung Buncit ke terminal Kp.Rambutan sebelum melanjutkan perjalanan ke Bandung dengan Bis AKAP saat Buya memutuskan ke Bandung tanpa bawa mobil pribadi. Kedua, masjid tempat aku shalat ashar, yang juga ada dalam postingan blog “Marah atas Hal yang Patut Beliau untuk Marah”. Ketiga, rumah makan Mie Aceh yang penuh kenangan.

17.30:  Mie Aceh telah siap disajikan, tapi aku berubah pikiran untuk menyantapnya di Rumah bersama Umi dan 2 adik-ku. Toh dengan mengenang ketiga momen ini, aku jadi teringat dengan keluarga di rumah. Mereka juga pasti senang bisa menikmati Mie Aceh yang tidak asing dengan memori Umi dan 2 adik-ku akan Mie Aceh kenangan ini. Dan akhirnya, Mie Aceh telah terbungkus dalam Styrofoam yang dilapisi daun pisang untuk mencegah efek buruk Styrofoam. Oh ini dia saat yang juga sangat aku nantikan sejak menapaki lantai rumah makan ini, saat dimana penjual menyebutkan harga satu porsi Mie Aceh yang sedang aku genggam ini. Saat terucap “sepuluh ribu”, kegelisahan itu pun luntur dan berganti ucapan syukur Alhamdulillah, karena harga itu adalah limit maksimal yang bisa aku bayar atas satu porsi Mie Aceh kenangan ini agar aku juga bisa pulang ke Depok tanpa harus jalan kaki atau nebeng mobil bak. Harga Rp 10.000; menurut-ku cukup wajar untuk daerah Jakarta. Harga Mie goreng/Nasi goreng telor biasa di Jakarta saja sudah Rp 8.000; Toh, Mie Aceh dengan taburan daging sapi, ati-ampla dan udang ini wajar dihargai Rp 10.000; bahkan terbilang cukup murah untuk rumah makan Mie Aceh yang menempati bangunan cukup mewah ini.

17.40:  Setelah melanjutkan jalan kaki 350 m menuju terminal Ps.Minggu, angkot Toyota Kijang  “Miniarta M04” jurusan Depok Timur-Ps.Minggu yang terkenal full joss dengan tarif Rp 5.000; menjadi pilihan utama untuk sampai di rumah. Mengambil tempat duduk di pojok belakang, dan hanya dalam 5 menit angkot ini pun penuh terisi. Dan yang tidak tertahankan selama perjalanan adalah aroma Mie Aceh hangat yang menyeruak menembus sela-sela styrofoam. Tapi sayang, selama perjalanan dari Ps.Minggu, aku tidak menjumpai penumpang lain yang ku kenal. Di angkot ini biasanya aku berjumpa teman SMA, SMP, atau bahkan teman SD yang kuliah atau kerja di sepanjang jalur yang dilalui angkot ini.

18.20:  Alhamdulillah sampai di rumah walau harus “menikmati” beberapa kemacetan sepanjang Jl. Margonda Raya Depok dan Jl. Tole Iskandar yang memang kata macet selalu menaungi kedua jalan ini. Sampai rumah dan mengucapkan salam, langsung menuju kamar umi dan terlihat umi yang masih asik dzikir di atas sajadah kesayangan beliau dangan mukena putihnya. Aku langsung menaruh tas dan Mie Aceh di meja kamar dan segera mencium tangan serta cipika-cipikidat alias cium pipi kanan-cium pipi kiri dan jidat. Tak lama terdengar suara gaduh terdengar, yaitu kedua adik-ku yang berlari menuruni tangga menuju kamar umi dari lantai 2. Setelah sedikit bertanya kabar masing-masing, aku menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu, lalu menuju kamar untuk ganti pakaian untuk menunaikan shalat. Selesai shalat, dengan Mie Aceh yang sudah tersaji di meja makan, kami ber-empat mengobrol ringan tentang kisah perjalanan napak tilas dadakan-ku sore itu.

Subhanallah, syukur Alhamdulillah tiada terkira atas segala nikmat Allah atas apa yang aku rasakan hari ini.

Thaks to : Allah SWT, Rasulullah SAW, Umi-ku Siti Zahra tercinta, Buya tersayang (alm) Bustaman Syukur, adik2-ku Qonita Fitria, Keluarga kedua mempelai, Pak Penghulu, Uda Agam Mie Aceh, Bis Kopaja 57, Angkot Miniarta M04, Angkot Kopamilet 16, KRL ekonomi KA 517, Angkot 02 Bogor, Angkot Kampus Dalam, dll.


Blog EntryApr 1, '09 9:35 PM
for everyone

Genetik atau Latah ya?

Assalam….

Entah karena bawaan genetik atau latah, semua anak ortu aye seneng sama yang namanye organisasi. Aye sendiri mulai merintis karir organisasi sejak SMA dengan sederet amanah yang pernah, sedang, dan akan diberikan. Adek aye, Qonita jadi wakil ketua OSIS di SMAnya, dan Rachman sibuk bikin pusing guru dan pembinanye di sekolah dengan segudang “Bulog” pemikiran kritisnya, padahal adek aye yang ini baru kelas 5 SD. Dulu, (Alm) Bokap aye pernah cerita bahwa waktu kuliah beliau pernah aktif di BEM (walaupun kuliahnye cuma 3 bulan, coz lebih tertarik sama bisnis dan juga ga ada biaya), sedangkan Nyokap aye pernah jadi ketua OSIS di SMA/MA, dengan jumlah seluruh siswa/I di pesantren berjumlah sekitar 5000 orang. Padahal nyokap aye tu sekolah di pesantren yang biasanye identik bahwa dunia kaum hawa terpisah dari dunia kaum adam.

            Feel untuk aktif di organisasi yang tumbuh dalam diri aye ditularkan melalui cara yang unik oleh (alm) Bokap. Beliau sering banget ngajak aye nonton, tapi kalo denger kata “diajak nonton” selalu identik dengan nonton di bioskop, nah diajak nonton disini bukan nonton bioskop tapi nonton berita lewat televisi di rumah atau di toko outdoor sport  equipment punya (alm) Bokap. Yups, there’s no day without wacthing news. Dari kecil aye mang lebih deket ke (alm) bokap, hampir setiap hari abis pulang sekolah, aye kagak pulang ke rumah, tapi mampir dulu ke toko sampe tokonya tutup. Nah, masalahnya TV di toko tuh cuma satu, kagak kayak di rumah yang TVnya ada dua. Jadi kalo di toko aye harus nurut dan ga bisa bebas pilah-pilih channel TV kayak di rumah. Jadilah sekarang seorang Islamy yang doyan nonton berita, dan memang benar bahwa kebanyakan acara TV selain berita, adalah acara sampah. Thank you so much Dad, you save me from garbage programs. Eh tunggu, kayaknya aye belom ngejelasin apa hubungannya antara nonton berita di TV sama ketertarikan di dunia organisasi. Jadi hubungannya adalah, dengan banyak menonton news program, aye jadi sadar bahwa bangsa kita, maupun bumi kita ini punya banyak masalah yang harus diselesaikan. Salah satu cara menyelesaikan masalah-masalah itu adalah dengan kita berjuang melalui wadah organisasi yang ada, karena aye bukan seorang superman yang bisa menyelesaikan masalah sendirian dengan kekuatan supernya. Aye juga sadar bahwa karakter korelis yang ada dalam diri aye ini juga hasil bentukan dari (alm) Bokap. Eit, untuk topik yang ini aye bahas kapan2 aje ya. Dah ah, dah jam 6.30, laper nih belom sarapan.  See you. Wassalam…

 


Blog EntryApr 1, '09 9:33 PM
for everyone

Dibalik Sebuah Nama Anak Ortu Aye

Ada yang berkata, “apalah arti sebuah nama?”, trus ada yang bilang, “nama adalah sebuah do’a”. Nah, aye ga akan ngebahas siapa dari kedua argumen di atas yang akhirnya menang, karena ini bukan lomba adu argumen. Aye bakal sedikit cerita tentang kisah dibalik nama anak-anaknye orang tua aye yang semuanye lahir sekitar idul fitri. Aye lahir satu pekan setelah Idul Fitri 1408 H, Adek aye yang perempuan lahir lebaran Idul Fitri hari ketiga 1411 H, dan yang terakhir lahir pas waktu buka puasa Ramadhan 1418 H.

Anak pertama, Dinul Islamy yang so pasti orangnye keren abis sampe kagak bersisa. Yups, lelaki jantan (ya iya lah, masa’ ada lelaki betina?) kelahiran Rabu, 25 Mei 21 tahun silam (kalo baca tulisan ini tahun 2009, 22 tahun silam kalo baca tulisannye tahun depan, dst, atau tepatnye aye lahir tahun 1988) di RS Harapan Kita sebelah RS Jantung Dharmais yang ada di jalan protokol Gatot Subroto, Jakarte, atau Jayakarte kate (Alm) Rahmat Abdullah. Nama Dinul Islamy sendiri artinye agama Islam (duh berat banget nih amanahnye), nama ini dah di booking sama (Alm) bokap aye sejak beliau masih muda. Beliau pernah cerita bahwa waktu masih muda, kalo punya anak pertama, maka dikasih nama Dinul Islamy dengan maksud aye bisa mencerminkan nilai2 Islam dalam diri aye..(duh kayaknye masih jauh dari sempurna nih). Nah, pas nyokap aye mengandung dan belum tau jenis kelamin aye, alternatif kalo yang lahir jadinye perempuan, maka namanye jadi Diana Islamy (artinye sama2 agama Islam, tapi Dinul diganti Diana yang berasal dari Dien/Din). Duh coba bayangin kalo kisahnye beda, aye jadi anak perempuan dan bernama Diana…(iihh serem..)

Next, anak kedua kelahiran Depok, 17 April 1991, walaupun dah punya cadangan nama Diana Islamy yang kagak jadi dipake karena aye lahir sebagai Lelaki 100%, tapi nama itu kagak dipake untuk anak kedua dari ortu aye (karena nama itu spesial pake telor hanya untuk aye). Nama adek aye yang suka ngeyel sama kakaknye padahal die cewek lho, yaitu, Qonita Fitria. Artinye anak yang ta’at yang lahir di hari yang fitri (ta’at sama ortu, tapi kalo sama kakaknye suka durhaka…piss my sister). Kalo nama adek aye yang satu ini kagak ada nama alternatif, coz dijamannye (tahun 1991) dah ada teknologi USG yang bisa mencari tau jenis kelamin anak yang masih dalam kandungan. Beda sama nama aye yang berasal dari bokap, nama Qonita Fitria berasal dari nyokap. Nama Qonita terinspirasi dari nama anak ustadz nyokap aye waktu nyokap aye masih gadis dan masih jadi anak SMA atau MA (Nyokap aye ketua OSIS di SMAnya lho…keren ga’ tuh?). Oh iya, anak ustadz yang bernama Qonita itu, sekarang jadi caleg DPR RI dari PPP dapil Kota Bekasi-Depok.

Last one, adek laki-laki aye kelahiran Depok, waktu maghrib, tanggal 7 Januari 1998, yang paling aye sayangi, coz dia kagak suka ngeyel kayak kakak perempuannye…(piss lagi deh buat my sister). Namanye Rachman Setiawan, yang artinye punya arti atau lebih tepatnye do’a agar adek aye yang satu ini bisa jadi orang yang sangat pengasih atau kasih sayang kepada semua makhluk Allah, serta setiawan yang bermakna do’a agar adek aye jadi orang yang setia dan ta’at sama ajaran Islam. Selain itu, nama Rachman juga merupakan gabungan nama Zahrah-Bustaman (nama ortu aye), dan Rahman adalah tempat Bokap-Nyokap pertama kali bertemu tahun 1987 awal, dalam sebuah ta’aruf, yaitu pesantren Daarul Rahman di daerah Senopati dekat Blok M, Jakarta. Ternyata apa yang di-do’akan ortu aye bener2 dikabulkan. Adek aye yang ini punya sifat kasih sayang yang luar biasa, apalagi sama kucing kampung keturunan ras Anggora di rumah aye, bernama Mikail yang serasa dah jadi anggota keluarga walaupun kagak dicantumkan dalam kartu keluarga karena kite bingung masukin data yang diminta sama kelurahan. Sejak kecil adek aye sangat cinta damai (piss men..) walaupun dia bukan tipe cowok plegmatis. Adek aye kagak pernah bales dendam sama temen apalagi hewan yang pernah nyakitin die. Kalo dijahatin sama temen atau dijailin sama kucing/guguk (For Youth Info: guguk adalah hewan peliharaan yang air liurnye najis dan suka menggonggong), die cuma membela diri trus menghindar agar masalah kagak tambah ribet (mantabs deh..). Trus die bengong sambil mikir tentang apa yang baru terjadi dan mikirin hikmah/solusi untuk hal yang baru terjadi tersebut, walau kadang hasil pemikirannya lebih hebat dan lebih aneh dari apa yang Plato/Aristoteles/Ibn Khaldun bisa pikirkan…(Lebayy..).

Ya…begitulah sedikit info mengenai kisah dibalik Nama-nama anak ortu aye,,,,semoga bermanfaat dan bisa menambah khasanah pembaca dalam mencari nama anak. PERHATIAN: Bagi Pembaca yang ingin mengutip nama-nama di atas ada beberapa syarat.

1.      Nama di atas hanya diperuntukan bagi penamaan spesies Homo sapiens (manusia), bukan untuk nama perusahaan/binatang peliharaan/jalan, dll.

2.      Nama di atas dapat memberikan efek kagum dan terpesona selama beberapa saat. (yang ini ngibul)

3.      Dll.


Blog EntryMar 16, '09 4:10 AM
for everyone

Jumat, 13 Feb 2009

07.00     Setelah menyelesaikan amalan yaumiyah, Sarapan di warung depan UMY ( seperti biasa, minumnya biasa ya Mas. Dan lagi2 dikasih teh manis, sebenarnya orang Jawa tu maunya apa sih? dari kemaren minta minum biasa dikasih teh manis lagi)

10.00     Mas Rully dah siap membawa kita keliling Jogja, let's go to UGM

10.20     Sampai di "GWW"nya UGM, dan berfoto ria

11.30     Shalat Jumat di MasKam alias Masjid Kampus UGM

12.30     Ngobar ( ngobrol bareng ) di wing kiri MasKam, tenyata di MasKam ga boleh ada aktifitas selain ibadah mahdhoh, jadi ga boleh..maaf..Liqo di MasKam, dan sengaja kami memancing dengan duduk melingkar dan memegang mushaf kayak orang mau halaqah..tapi koq ga ada yang "godain" sih?. Jadi bersyukurlah di Kampus kita ( IPB ), aktifitas2 tarbiyah bisa dilakukan secara "Vulgar"

13.00     Kenalan sama orang paling dikenal se-UGM, Mas Maulana yang pasti dikenal oleh anak2 UGM, apalagi yang berstatus pacaran, coz Mas MAulana terkenal karena beliau sering mengusir mhasiswa/i yang sdang "privat" alias pacaran di sekitar kampus. Dan yang luar biasa adlah saat menyebutkan namanya, beliau langsung menanyakan hal yang sedikit tidak lazim bagi orang yang sedang berkenalan, pertanyaannya antara lain: siapa yang semalam QL? siapa yang kemarin Shaum sunah?dst..(tanpa sempat menjawab dan berkata2 karena tiba2 lidah kami menjadi kelu), dan akhirnya setelah tersadar dari berondongan pertanyaan Mas Maulana, Ade Al Bantani berhasil menjawab salah satu pertanyaan dan berhasil mendapatkan sebuah kalender MasKam UGM dari mas Maulana...wow, seorang yang luar biasa frontal dalam menegakan hukum islam, tapi tetap santun dalam bersikap...two thumbs up.

13.20     Menuju rumah seorang akhwat IPB yang telah mengundang kami untuk makan siang, selama perjalanan kami hanya menebak-nebak menu apa yang akan disuguhkan, ana menebak ada menu ikan, tapi yang lain menduga menu ayam..hmm siapa yang bener ya? let we see

13.25     Tiba di tujuan, dan tanpa banyak basa-basi, rombongan langsung digiring ke ruang makan dengan ditemani kedua Ortu si Akhwat. Menu hari itu adalah sayur, lele goreng ( yeah tebakan ane benar kan...), tahu-tempe, dll. Dengan sdikit Jaim, porsi yang diambil secukupnya aja, padahal laper luar biasa, Ya Jaim lah..wong makan di rumah akhwat...inilah makan gratis pertama dari tiga kali kami dapet makan gratis selama perjalanan.

15.00     Setelah ngobrol sambil makan rambutan yang disuguhkan, perjalanan dilanjutkan ke Phatuk, daerah sentra Bakpia. Tapi terlebih dahulu ke kampus Fahutan UGM untuk ketemu mahasiswa Fahutan UGM yang akan berkunjung ke Fahutan IPB tgl 23-24 Feb 2009

15.05     Silaturahim dengan teman2 Fahutan UGM, eit..anak FEM jaga mobil aja ya…hehe..

16.25     setelah lama silaturahim, kita jalan, eh salah..naik mobil ke Phatuk

16.35     tiba di phatuk dan langsung ke pabrik Bakpia phatuk 25, hmm..bakpia testernya habis satu kotak kami makan. Eit..jangan lupa berfoto ria rek…

17.30     Shopping di malioboro sekalian beli oleh-oleh..coz dari hari pertama HP dah  kebanjiran sms dan telepon yang selalu “mengingatkan” untuk bawa oleh-oleh…

18.50     Kembali ke hotel El Fata untuk pamitan dan check out, tapi makan malam dulu ya rek…makan nasi angkringan lagi…

20.30     Meluncur ke Magelang untuk bermalam di rumah Eyang-nya mas Rully..

22.00     Sampai di rumah Eyang, disuguhkan teh manis, kue nastar dan keripik..loh koq cemilannya habis semua…hmm kayaknya ada yang kelaperan atau emang doyan, bro?

22.45     zzzz

 

Sabtu, 14 Feb 2009

06.15     setelah menyantap gorengan, jalan2 (by foot surely) keliling kota magelang, dan biasa…foto2 ria..namanya juga Himagito..Himpunan mahasiswa gila foto..

07.30     sarapan opor ayam kampung, gudeg, krecek, dll. Alhamdulillah.. makan gratis lagi…Jazakallah deh untuk tuan dan nyonya rumah

09.30     Pamitan sekalian melanjutkan perjalanan ke Borobudur..

11.30     setelah sempet nyasar, akhirnya sampe juga di ex-seven wonder of the world, Borobudur…kayaknya salah timing nih..berwisata di candi yang ga ada tempat berteduhnya pas tengah hari bolong, ane sih ga masalah..emang dah item..yang laen gimane tuh?..

13.00     Turun dari candi, dan dikerubutin sama pedagang…wah…mas kalo mau minta tanda tangan satu-satu dong…eh salah ya?

13.45     Masih dalam kejaran para pedagang, kami menyelamatkan diri ke dalam mobil..Wuih…

14.10     Meluncur ke Boja, rumahnya Faisal FEM untuk makan gratis..eh salah..untuk silaturahim dan nganter Ade Al Bantani yang mau melanjutkan perjalanan tugas ke Surabaya.

16.10     Sambil menahan lapar selama perjalanan karena belum makan siang dan menebak menu yang akan disajikan di omah ne Faisal (tebakan tidak jauh dari ikan dan ayam), sampai juga di Boja..

16.15     Silaturahim dengan tuan dan nyonya rumah, dan saat yang dinanti datang juga..makan gratis…dan ternyata tebakan kami salah  semua, yang disuguhkan adalah sop kambing…

18.50     Pamitan dan meninggalkan Ade Al Bantani di rumah Faisal dan kembali ke Bogor melalui Kaliwungu-Kendal dengan hutan Jati di kanan-kiri jalan yang memberi kesan lil’bit spooky, hmm..mobil terasa ringan nih dah “ngebuang” saru muatan…hehe..yang jadi driver Mas Rully dan ane jadi co.driver, yang lain bablas kekenyangan sop kambing

23.05     Meninggalkan Brebes..dan dugaan mimpi buruk yang kami alami saat berangkat kembali terjadi, ya Allah..selamatkan hamba dari macet total..coz mobil dah harus kembali ke rental jam 7..Driver langsung memutar balik ke brebes dan mencari jalan alternatif melalui Ciledug-cilimus-Cirebon…eh mas Rully berdiri di trotoar yang ada di tengah jalan sambil nanya ke supir2 yang baru aja bebas dari “siksaan” macet (gila ya ni orang..)

Ahad, 15 Feb 2009

03.30     Berhenti di rest area tol cikampek untuk ganti driver, sekarang yang jadi driver rangerbaiu dan co.driver Arhamin..yang lain?bablas terhanyut mimpi masing2

03.50     Keluar tol bekasi timur, Adrian Mikola turun di bulakapal

04.00     Rangerbaiu turun di jati asih..trus  melaju menuju Depok melalui jalan raya Bogor

04.30     Ane turun di simpangan Depok, dan melanjutkan perjalanan pulang ke rumah by Angkot…sampe rumah pas adzan subuh…..dan ga sempet istrahat krn ada agenda rutin pekanan yang telah menanti untu dihadiri, tahsin jam 6, liqo jam 7.30, dan tatsqif dari DPW jam 10.30…subhanallah..walaupun lelah selama perjalanan, tapi pas ketemu MR dan teman2, automatically fresh and I feel got some new spirit..that’s the power of Halaqah..JIA YOU..Ganbatte

 

Selanjutnya ga tau lagi kisah Avanza yang membawa Kang Deden “Budi Anduk”, Mas “Dayat” Arhamin, dan Mas Rully

 

 

 


Blog EntryMar 16, '09 3:37 AM
for everyone

Assalamu’alaikum…Ba’da Tahmid wa Shalawat…Diiringi merdunya murratal juz 30, pertanyaan dan sedikit prolog ini ana tulis. Sebelumnya ana mohon maaf kalau tulisan ini agak kurang pantas bagi penilaian sebagian orang, tapi ana yakin penilaian sebagian yang lainnya juga terbesit pikiran yang mungkin serupa dengan yang ana tulis. ( Langsung aja deh kelamaan nih, Ok! ). Language mode : Betawi campur2J

Konco2 kabeh nyang dateng di lokakarye KM tentunye nonton teater nyang dibawain ame anak FEM ( itu juga kalo datengnye ga telat atawa kagak pulang duluan ), Pertanyaan yang langsung terbesit pas liat teater ntu adalah…hmm ade kagak ye, konco2 kabeh nyang ngerase malu atawa nyengir2 kuda pas ngeliat cerite tu teater? Spontan aje aye muter kepale 360 derajat ( nyang pasti badan juge ikut muter, kalo kagak keseleo. Kan berabe tuh ). Dan didapati beberape ikhwah nyang nyengir2 kuda. Dalam hati aye cuma senyum2 kuda ( lha..ape bedanye senyum kuda ame nyegir kuda? ). Kayaknye tu orang tersindir deh ame cerite tu teater..Nah, nyang jadi pertanyaan adalah…cerite nyang dalam teater tu sekarang bener2 ade kagak sih? ( padahal aye dah tau jawabannye, Cuma mau tau and mau ngetes aje nih ), Ikhwah khususon nyang ade di milist ni setuju kagak ame kisah2 ( kalo aye lebih seneng nyebutnye penyakit ) merah jambu kayak nyang ade di cerite tu teater?.

Nyang pasti mau ente setuju ape kagak, kenyataannye emang ade tuh kisah2 ( penyakit ) merah jambu dalam tumpukan LPJ kelembagaan kite. Mau nyang kite kenal sebagai Ikh-Tong ( ikhwah sepotong ), Ikh-Met ( Ikhwah Metal, lah terbuat dari besi kali tuh orang, ye ? ), ampe nyang kite kenal Ikh-Lang (awas jangan salah bace jadi ilang, maksudnye tu Ikhwah Langitan ) sekali pun, ternyate emang pernah punye kisah ( penyakit ) terkait jus merah jambu (eh tu mah jus jambu merah nyang dijual 3 rebu di kantin ASIK Fahutan).

Aye pernah ngungkapin di blog aye, tentang kekecewaan ame sosok ikhwah ( apapun tipenye ) nyang aye anggap dah super duper Perfecto ( lebay..). Tapi pas aye curhat ame guru spiritual ( MR ) tentang kekecewaan aye, guru spiritual aye cume ngomong nyantai dan ngebales balik nanya gini : Lah, kan ikhwah juge manusia nyang punye fitrah salah dan lupa, tapi nyang penting jangan jadiin kesalahan dan kelupaan kite jadi alasan untuk berbuat salah dan lupa melulu. Jangan juge nganggep kalo pas kite lagi salah atawa lupa, trus kite bilang “ astaghfirullah, eh tapi kan manusie emang ga akan lepas dari dose, trus kagak nape dong sekali-kali aye ngebuat dose “. Trus MR aye nanya gini, “ nah elu tong, emangnye kagak pernah punye kisah ( penyakit ) merah jambu? “. Tuing…nancep nih di ati ( bukan Ati Nurhayati lho..). Dengan tampang kagak punye dose dan sedikit nyengir kuda, aye cume bilang “ lupa tuh…koq tiba-tiba jadi insomnia, eh salah, amnesia gini ya…”J.

Balik maning ke topik ( bukan topik hidayat nyang kalah di All England kemaren, bukan Topik Savalas nyang udeh almarhum, atawa topik2 nyang laen ). Jadi gimane tuh jawaban pertanyaan aye tadi? Dijawab and comment please. Udeh dulu ye, tu aje dulu nyang mau diposting…J Wassalamu’alaikum….


Blog EntryFeb 16, '09 10:56 AM
for everyone
Asw.mau sdikit berbagi cerita tentang lburan kmaren nih.
Rabu,11 feb 2009
14.00 Brangkat dari cyber 24 dgn kendaraan Toyota avanza G dan driver
mas Rully a.k.a Fazzle, penumpangnye ada Mr. Dayat (Arhamin), Mr.Budi
Anduk (Deden), and Me
16.00 Jemput Rangerbaiu di jati asih
16.30 Jemput Ade al bantani di terminal kp. rambutan dgn 2nd driver
rangerbaiu
17.00 Brangkat ke tol bekasi timur untuk jemput Adrian Mikola
18.00 diiringi gema adzan, meluncur ke jogja by north beach (pantura)
19.30 Shalat jamak maghrib-isya di Jomin-Cikampek
19.45 Melanjutkan perjalanan dg driver rangerbaiu and Me as co.driver,
yang laen jadi tim cheers karena suasana prjalanan yg hujan dan penuh
adegan salip-menyalip,,,c'mon Baiu..waduh mas Rully gregetan juga, coz
mas baiu bawa mobilnya lumayan kalem...
22.30 Ehm..setelah stengah jam mencari tempat makan yang Ok, akhirnya
mobil menepi ke warung makan yang terletak di pinggir jalan dan
skelilingnya sawah, ditemani suara kodok, 15 menit kmudian pecel lele
baru tersaji...nyam-nyam
23.05 kmbali mlanjutkan perjlanan stelah kenyang mnyantap pecel lele
sharga 10rb.

Kamis, 12 feb 2009
00.00 mimpi buruk baru saja dimulai, macet total di daerah gebang-losari,
02.00 masih menunggu lalu lintas kmbali lancar, Me and mas rully asyik
menonton fenomena orang2 yang ga sabar antri macet dan membuat keadaan
tambah crowded. sedangkan yang lain terlarut dalam mimpi masing2..zzzz
02.50 pintu mobil diketok-ketok orang karena semua yang ada dalam
mobil ketiduran...waduh piye iki mas,,macetnya dah reda tuh
04.50 terlepas dari kemacetan juga akhirnya, dan segera mencari pom
bensin untuk shalat.eit tunggu,koq nyari pom bensin untuk
shalat?shalat mah sharusnya nyari masji/mushalla atuh
05.10 Seharusnya dah sampe jogja nih, tapi kenyataannya baru sampe
daerah losari
05.50 masuk brebes
06.10 Tegal terlewati
06.55 Welcome to Kota Batik, Pekalongan
07.50 melintasi alas roban
08.10 sarapan soto tanjung di Weleri, (mas minumnya biasa ya, tapi koq
dikasih teh manis?)
08.20 ganti supir ketiga, Adrian Mikola..wuuzz ngebut banget
rek..semua penumpang terhanyut dalam kecepatan tinggi melalui jalur
berliku Weleri-Temanggung..
08.50 Koq berhenti? ternyata ada truck terbalik di jalan..innalillahi
09.45 Pir minggir, ada yang harus memenuhi panggilan alam nih. Wah
subhanallah ya..selain terkenal karena kerap menimbulkan bencana,
ternyata Gn.Merapi juga menyuguhkan pemandangan yan Ok banget..
10.45 Selamat datang di Yogyakarta...
11.05 Janjian ketemu sama akhwat UIN jogja yang akan mengantar kami ke
Malioboro untuk bertemu Akhuna Pram, mahasiswa Bhs.Arab UMY
11.25 Menunggu akhuna Pram di Benteng Vredeburg yang ada di ujung
jalan MalioBoro...sambil nunggu nyari makan dulu di malioboro
12.15 Alhamdulillah sampe juga di Hotel El-Fata milik akhuna Pram,
yang terletak di daerah Kasihan, BAntul, seberang UMY
12.20-15.30 Take a rest bro, caapek banget di jalan..huuuh..
17.30 Mas Rully dah siap mengantar keliling Jogja, let's go to Maloboro...
17.45 Menikmati a famous road, Malioboro dgn panduan dari Mas Dean
mhasiswa UGM..
18.30 Makan Nasi Angkringan di dekat stasiun Tugu sambil berfoto-foto
ria,,(minumnya biasa ya mas, dan untuk kedua kalinya kembali
disuguhkan teh manis, bukan air putih sperti yg dharapkan)
19.15 kembali jalan2 di malioboro dan mampir ke pasar malem Sekaten,
trus nonton konser Koes Plus (eh bro yang kita tonton tu koes Plus
bukan ya?)
22.00 Kembali ke Hotel El-Fata di BAntul
To Be Continued......

Blog EntryJun 19, '08 10:20 AM
for everyone

HARGA WAKTU BERSAMA AYAH

 

Seorang ayah pulang ke rumah dalam keadaan letih di sambut oleh anak lelakinya yg berusia 7 tahun di depan pintu..
Anak : ayah, boleh gak amin bertanya?
Ayah : iya nak, tanya apa?
Anak : berapa pendapatan ayah sejam?
Ayah : itu bukan urusanmu!! buat ap kau bertanya seperti itu?? si ayah mulai marah

karena merasa lelah...
Anak : amin juga tidak tahu...tolonglah di jawab ayah?? berapa pendapatan ayah sejam di kantor?? .. si anak mulai merayu..
Ayah : Rp 10.000, emg nya knp?
Anak : oh.. si anak menjawabsambil tunduk kebawah.. dan memandang ayahnya

sambil bertanya " boleh gak amin pinjam Rp 5000 dr ayah? si ayah mulai

geram sambil bertanya..' jd itu sebabnya kamu bertanya brp pendapatan ayah?
Ayah : untuk apa uang sebanya itu?? untuk beli mainan? ayah bekerja capek2 bukan

untuk buang uang sembarangan..mubazir!!! sekarang masuk dan tidurlah!!!

cepat!!
anak itu terdiam lalu melangkah masuk ke kamarnya
si ayah duduk merenung di sofa sambil memikirkan anaknya yg memerlukan uang sebanyak itu, karena sebelumnya anaknya tidak pernah meminta uang sebanyak itu. dengan perasaan bersalah si ayah masuk ke kamar anaknya,di dapati anaknya belum tidur....lalu bertanya: ' apakah engkau benar2 memerlukan uang itu? nah ambillah uang 5000 rb ini.
amin segera bangun dan tersnyum riang " terima kasih ayah.....
lalu amin mengambil selembar 5000 rb kusut yang di simpan di bawah bantalnya... melihat hal itu, ayahnya kembali marah..." mengapa kau minta dulit lagi sedang kau sudah punya uang sebanyak itu?? amin lalu menunduk sambil berkata .." sekarang amin sudah punya uang 10 rb, ayah ambil uang ini ya!! amin mau beli sejam waktu ayah. amin ingin besok ayah pulang sejam lebih cepat dari jam kerja ayah, amin rindu makan malam dengan ayah.......
ayahnya terdiam dan hanya merasakan air bening yang jatuh dari matanya!!!!

Anonim dr malaysia

 


Blog EntryJun 19, '08 10:15 AM
for everyone

Kecewa..hanya kata kecewa yang bisa mewakili perasaanku saat mendengar ada ikhwah fahutan yang pacaran, walaupun diriku tidak tahu siapa gerangan...

koq bisa dengan amanah dan kapasitas yang cukup besar yang biasa melekat kepada seorang ikhwah, masih ada celah yang memungkinkan VIRUS itu hadir dalam jiwanya...

mungkin ini merupakan taggung jawab kita semua..seorang ikhwah pastinya memiliki kapasitas yang lebih besar dibandingkan orang lain, jika kapasitas tadi tidak didayagunakan, maka VIRUS-VIRUS hati yang akan mengisi setiap relung jiwa yang kosong tadi.

Hamba yakin ya Rabb…

Skenariomu Maha Indah…

Walau terkadang KeindahanMu tidak dapat hamba lihat dengan mata hina ini…

Karena hati-hati hamba yang cemar dan kusam oleh kenistaan dunia…

Hapus cemar itu…

Hapus kusam itu…

Dengan rahmatMu dan rasa Syukur padaMu yang amat sangat…

Ya Rabb…

Ada kemudahan setelah kesulitan…

Ada kenikmatan setelah kedahagaan…

Ada kebangkitan setelah keterpurukan…

Ada kesabaran setelah ketergesaan…

 Ya Rabb… yang Maha Membalikan hati...

jagalah hati ini selalu dalam mengingatMu dan jagalah tingkah hamba hanya dalam rangka ibadah kepadaMu...Amin..


Blog EntryJun 19, '08 10:14 AM
for everyone

Yeah…akhirnya blog pertama aye kelar juga…

Aye tau nyang namenye blog udeh lame sih…tapi ga ngerti ape fungsinye…

Eni juge gare-gare direkomendasiin bikin blog….

Koq kayaknye mirip-mirip prenster ye…maklum aye masih norak nih…

kmaren tuh…aye nogok di warnet ampe tige jam…buset dah…bayar 6 rebu cuii…

 

PACARAN=ANGGUR DUNIA, RACUN AKHIRAT

Oh ye..mau crite nih…aye kaget banget pas tadi nih ( kapan tuh? )..abis ujian ekohut..(weit..aye keluar pertame loh…bukan karene udeh jago..tapi puyeng..) lanjut…kan aye jaulah…(ngerti kagak lu jaulah?? )_Pokoknye ngerti ga ngerti lanjutin baca aje deh_ nah temen segawean aye di “jalan perjuangan” eni ngemeng bahwe, ade ikhwah fahutan (ga tau tuh sape orangnye..) yang pacaran…astaghfirullah…naudzubillah..katanye orang ntu punye pacar di kampungnye…kampungnye dimane juga aye kagak tau…katanye sih udah di-tabayun..(nah loh, ape lagi nih tabayun…) dan die bilang ngerti tentang pacaran nyang kagak bae untuk kesehatan…kesehatan tubuh ame kesehatan jiwa atawa ruhiyah..tapi die suse ninggalin pacarnye…waduh-waduh…anak mude jaman sekarang dah ah…ade-ade aje..

Gare-gare crita ntu, aye memprediksi beberape name…siape tuh? namenye &*@%^$$#*& …..hah? Sape? …..Mau tau aje nih…eh trus ade ikhwah laen nyang ngemeng bahwe orang kayak ntu ga bakal berubah NRPnye, tetep P atawa NRP TPB…(tau kan maksudnye?)…eh eh..lu nyang manggut-manggut emangnye ngartos ape maksudnye..? ya gimanepun ntar nasib ntu orang…aye doain dah biar bubar..atawa kalo mau tetep berhubungan…ya biar diiket tuh hubungannye ame tali pernikahan biar lebih afdhol…( afdhol siapenye afgan ye..?).

Woi kalo lu ntu cowok…jangan cemen dong…makan bakwan aje dari uang orang tue lu…udah berani ngerebut seorang wanite dari tanggung jawab orang tuenye…lah kan kalo belom nikah, seorang wanite ntu jadi tanggung jawab orang tue…nah lu enak aje…belom bise nagsih nafkah udeh belagag nraktir trus kalo ade nyang berani lebih dari skedar nraktir…pegang tangan, pegang kaki, pegang pipi, pegang jidat, pegang idung, pegang dengkul,…stop..stop..bahaya kalo dilanjutin( emang kalo orang pacaran kayak gitu ye?). Be gentle, Bro!! dateng ke rumah orang tuenye, trus…ketok pintu ucapin salam, trus bilang kalo lu mau ketemu bokapnye, kalo kagak ade bokapnye lu pulang dah….lah koq pulang…ya iyalah…besok dateng lagi…nah besoknye lu dateng lagi, eh bokapnye kagak ade juge…eh lu lupa nanya ntu cewe masih punya bokap ape kagak….ya elah..capee..deh..Pokoknye terserah lu dah gimane carenye…

Nah kalo lu cewe…jangan mau dikadalin buaya, dibuaya-in kadal, dikadal buaya-in, loh koq jadi mupeng gini…apalah istilahnye…cewe ntu ibarat kue tart galz…kue tart ntu masih enak rasanye dan keliatan bagus kalo die disimpen di etalase nyang adem dan terjage dari sentuhan orang banyak…nyang boleh nyentuh Cume si penjual (orang tua) dan orang nyang dah resmi ngebeli kue tart ntu( suami )…Coba kalo kue tart-nye diobral kayak orang ngejual ikan asin…ntu ikan awalnye masih seger..tapi pas dijual, di tempat nyang panas, becek, dekil, kumel, bau, trus siape aje boleh pegang (nah loh..) ntu ikan nyang awalnye enak dan seger…malah jadi kagak menarik untuk dibeli…siape coba nyang mau beli ikan kayak gitu?? Paling tukang ikan keliling..mau lu dapet suami tukang ikan keliling…(maap ye abang tukang ikan keliling, profesi ente dipake nih…tnang bang Cuma buat analogi doang koq…ga ade maksud ngejelekin abang koq…piisss)

 

“ KUPUNYA SEKEPING HATI ( HANYA SEKEPING HATI ) YANG DITABURI CINTA

DENGAN CINTA ENGKAU RELA MENGHADAPI BERTUBI DERITA

CINTA MERENGGUT DIRIMU DENGAN PENGORBANAN JIWA

KAN KU BALAS PULA DENGAN SESUATU DI ATAS JIWA “


Blog EntryJun 18, '08 12:39 AM
for everyone
  

Bangkit Negeriku, Bangkit Bangsaku

 

Oleh : Dinul Islamy, Ketua Komisi Advokasi DPM E

           

 

            Sejarah telah mencatatkan beberapa momen penting selama bulan Mei, mulai dari hari Buruh Internasional ( 1 Mei ), hari Pendidikan Nasional ( 2 Mei ), hari Lembaga Sosial Desa ( 5 Mei ), hari Palang Merah Internasional ( 8 Mei ), disusul dengan tragedi berdarah Trisakti ( 12 Mei ), kemudian hari Buku Nasional ( 17 Mei ), dan yang terakhir adalah hari Kebangkitan Nasional ( 20 Mei ). Dari sederet momen tersebut, hanya beberapa saja yang diperingati secara ajeg dan kontinu, salah satunya adalah momen hari Kebangkitan Nasional. Momen 20 Mei telah menjadi “menu utama” di Negeri ini selama seabad. Tetapi, apakah menu ini sudah cukup “lezat” dan “bergizi” bagi rakyatnya ?, atau “menu” ini hanya terlihat begitu menggiurkan karena  terpajang dibarisan depan “etalase” agenda Negeri ini, tanpa ada seorangpun yang sanggup membelinya, dikarenakan begitu mahal dan sulitnya untuk mendapatkan “menu” tersebut. Kebangkitan hanya menjadi gaung semu yang tidak mampu memekak telinga pejabat Negeri ini. Dalam beberapa pengertian yang ada di kamus standar, Kebangkitan Nasional ditafsiri sebagai masa bangkitnya semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia yang sebenarnya tidak pernah muncul selama penjajahan yang hampir menghabiskan waktu sekitar tiga setengah abad.

            Pada peringatan hari Kebangkitan Nasional dewasa ini, tidak ada mudhoratnya jika kita sama-sama mencoba untuk mengolahragakan otak guna mencari file yang sudah di save dalam long memory pribadi masing-masing. Tentunya hal itu masih bertalian dengan perjalanan sejarah yang diawali dengan lahirnya gerakan nasionalis pertama yaitu Boedi Oetomo (1908) dan Sumpah Pemuda (1928).

            Di balik sejarah yang melatarbelakangi lahirnya hari Kebangkitan Nasional, penulis merasakan aroma memilukan Negeri ini. Betapa tidak, coba saja tengok tanggal 2 Mei kemarin yang bertepatan dengan hari Pendidikan Nasional. Momentum 2 Mei hanya diperingati secara seremonial tanpa ada implementasi kritis yang berkesinambungan. Akibatnya nasib pendidikan di Indonesia seperti sebuah ungkapan: “mati segan hidup tak mau”. Di Negeri ini yang katanya, tongkat dan batu jadi tanaman, dan bukan lautan hanya kolam susu, nyatanya masih ada guru-guru kita yang di pagi hari Ia menjadi guru, tetapi petang hari Ia menjadi buruh. Di Depok yang notabene sangat dekat dengan ibukota Negara, masih ada seorang guru yang pada pagi hari sebelum beliau mengajar, harus menanggalkan seragam kedinasannya untuk menjadi tukang ojek. Beliau menuturkan bahwa, hal tersebut beliau tempuh agar kebutuhan rumah tangganya dapat terpenuhi.  Seorang pahlawan tanpa tanda jasa begitu diacuhkan di Negeri ini oleh pemerintahnya sendiri, bagaimana bisa Negeri ini bangkit dan kembali mengaum sebagai macan Asia?. Bagaimanapun juga, indikasi yang paling dominan untuk menunjukkan suatu peradaban maju dari sebuah bangsa adalah ketika sektor pendidikannya berkualitas lebih.

            Sejatinya, tidak hanya pendidikan yang sedang sekarat Belakangan ini, masalah pangan, bahan bakar, dan setumpuk benang kusut Negeri ini pun masih belum bisa terurai oleh kita. Bangsa ini terancam colaps dan harus dilego kepada pihak asing. Misalnya, harga BBM yang terus merangkak naik, yang menurut perkiraan pengamat, harga BBM akan naik sebesar 30 %. Hal ini ditempuh pemerintah untuk mengamankan APBN P 2008, dimana anggaran untuk subsidi BBM mencapai ratusan triliun rupiah. Kenaikan harga BBM akan mengakibatkan kenaikan sejumlah harga bahan pokok yang besarnya tidak jauh berbeda dengan persentase kenaikan harga BBM. Ada banyak alasan pemerintah untuk menghapus subsidi BBM dan menaikan harga. Padahal, jika pemerintah mau berpikir dan bertindak lebih bijak, hal tersebut tidak perlu terjadi. Salah satunya dengan melakukan penghematan anggaran belanja dan optimalisasi pemasukan Negara. Bandingkan dengan kebijakan Negara tetangga, Malaysia, yang melarang warga asing membeli beras dan bensin. Hal tersebut diterapkan karena banyaknya warga Negara asing, seperti, Indonesia, Filipina, dan Singapura, yang membeli beras dari Malaysia karena harga beras dan bensein di Malaysia relatif lebih murah ( Tempo, Rabu, 7 Mei 2008 ).Apakah pemerintah kita mampu menelurkan kebijakan-kebijakan “berani” seperti yang diterapkan Negara tetangga?.

            Bangkit !! bangkit dari keterpurukan, bangkit dari penjajahan pihak asing atas aset-aset strategis nasional, bangkit dan rekonstruksi moral pejabat bangsa ini dari KKN, dan bangkitkan kecerdasan bangsa dengan memperbaiki sistem pendidikan nasional. Momentum hari Kebangkitan Nasional ini sepatutnya menjadi bahan bakar semangat kita untuk kembali memikirkan solusi permasalahan bangsa. Negeri ini seakan menjadi sebuah bom waktu yang siap meledak akibat akumulasi permasalahan yang mendera Negeri ini. Oleh karena itu, mari kita intropeksi diri secara totalitas sehingga kita mempunyai suatu kesadaran ruang, posisi, dan moral yang seimbang.

 

Hidup mahasiswa… Hidup rakyat Indonesia…

Bangkit, Lawan, Hancurkan Tirani..!!

Bangkit, Lawan, Hancurkan Tirani..!!

 

 

 


© 2012 Multiply · English · About · Blog · Terms · Privacy · Corporate · Advertise · API · Help · Sitemap

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.